Turbidity: Pengertian, Cara Mengukur, dan Memilih Turbidity Meter

Screenshot 2026-08-20 112437

Turbidity: Pengertian, Cara Mengukur, dan Memilih Turbidity Meter

Turbidity atau kekeruhan merupakan salah satu parameter kualitas air yang paling mudah dikenali. Air dengan turbidity tinggi akan terlihat lebih keruh karena adanya partikel-partikel tersuspensi di dalamnya.

Namun, turbidity bukan hanya berkaitan dengan tampilan air. Pengukuran kekeruhan memiliki peran penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari air minum, pengolahan air limbah, pemantauan lingkungan, hingga industri makanan dan minuman.

Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu turbidity, cara pengukurannya, perbedaan metode ISO dan EPA, serta beberapa tips untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat.

Apa Itu Turbidity?

fa44919e-a915-4e58-a40f-bcf8f1ec3edd

Secara sederhana, turbidity adalah tingkat kekeruhan suatu cairan akibat adanya partikel tersuspensi.

Partikel tersebut dapat berupa:

  • tanah dan sedimen;
  • alga;
  • mineral;
  • protein;
  • minyak; atau
  • bahkan mikroorganisme.

Semakin banyak partikel tersuspensi di dalam sampel, umumnya semakin tinggi nilai turbidity yang terukur.

Turbidity merupakan pengukuran optik. Instrumen mengarahkan cahaya ke dalam sampel kemudian mendeteksi bagaimana cahaya tersebut dihamburkan oleh partikel di dalamnya.

Perlu diketahui: Turbidity tidak sama dengan Total Suspended Solids (TSS). Turbidity merupakan pengukuran optik terhadap kekeruhan, sedangkan TSS mengukur massa padatan tersuspensi secara gravimetri.

Mengapa Turbidity Perlu Diukur?

Turbidity merupakan salah satu parameter penting untuk mengevaluasi kualitas air dan efektivitas suatu proses.

Screenshot 2026-08-20 115427

Air Minum

Dalam pengolahan air minum, salah satu tujuan utama proses treatment adalah mengurangi turbidity.

Partikel tersuspensi seperti tanah dan alga dapat mengurangi efektivitas proses disinfeksi. Partikel tersebut juga dapat menjadi media pembawa mikroorganisme.

Oleh karena itu, turbidity dapat diukur pada beberapa tahapan pengolahan untuk mengevaluasi efektivitas proses dan kualitas air yang dihasilkan.

Air Limbah

Pengukuran turbidity dapat digunakan untuk membantu memonitor perubahan jumlah partikel tersuspensi selama proses pengolahan air limbah.

Perubahan nilai turbidity dapat memberikan indikasi mengenai kondisi sampel maupun efektivitas proses treatment.

Pemantauan Lingkungan

Pada sungai, danau, maupun perairan lainnya, peningkatan kekeruhan dapat menjadi salah satu indikator adanya perubahan kualitas air.

Sebagai contoh, setelah hujan deras, limpasan dari area pertanian, konstruksi, maupun tanah terbuka dapat membawa sedimen dalam jumlah besar ke perairan.

Makanan dan Minuman

Turbidity juga digunakan dalam berbagai aplikasi food & beverage, seperti minuman, wine, serta proses pengolahan gula.

Pada pengolahan gula, misalnya, pengukuran turbidity dapat membantu mengevaluasi kejernihan larutan selama proses klarifikasi dan filtrasi.

Bagaimana Cara Mengukur Turbidity?

Turbidity mechanism

Turbidity dapat diukur menggunakan beberapa metode, mulai dari pengamatan visual hingga menggunakan instrumen.

Untuk pengukuran kuantitatif, salah satu metode yang paling umum adalah menggunakan turbidity meter atau nephelometer.

Turbidity meter menggunakan:

Sumber cahaya → Sampel → Hamburan cahaya → Detektor

Ketika cahaya melewati sampel, partikel tersuspensi akan menghamburkan sebagian cahaya tersebut.

Detektor kemudian mengukur jumlah cahaya yang dihamburkan dan instrumen mengubahnya menjadi nilai turbidity. Pada sistem nephelometric, detektor umumnya ditempatkan pada sudut 90° terhadap sumber cahaya.

Apa Satuan Turbidity?

Anda mungkin menemukan beberapa satuan ketika melakukan pengukuran turbidity, antara lain:

05
Walaupun sama-sama digunakan untuk menyatakan turbidity, satuan tersebut dapat berkaitan dengan metode dan desain optik instrumen yang berbeda.

Karena itu, jangan hanya melihat rentang pengukuran ketika memilih turbidity meter. Perhatikan juga metode atau standar yang digunakan oleh aplikasi Anda.

ISO 7027 vs EPA 180.1: Apa Perbedaannya?

Ini juga menjawab pertanyaan customer yang sangat umum: “Kenapa ada turbidity meter ISO dan EPA?”

EPA 180.1

Turbidity meter yang mengikuti metode EPA 180.1 menggunakan sumber cahaya tungsten dengan detektor pada sudut sekitar 90°.

Karakteristik utamanya:

  • sangat baik untuk pengukuran turbidity rendah;
  • banyak digunakan pada aplikasi air;
  • menggunakan cahaya tampak;
  • warna pada sampel dapat memengaruhi pengukuran karena cahaya dapat diserap oleh sampel berwarna.

ISO 7027

Instrumen yang mengikuti ISO 7027 menggunakan sumber infrared sekitar 860 nm.

Karena menggunakan infrared, pengaruh warna sampel dapat dikurangi. Hal ini membuat metode ISO sangat berguna untuk berbagai jenis sampel, termasuk sampel yang memiliki warna.

06

Hanna Tip: Pilih turbidity meter berdasarkan kebutuhan metode dan aplikasi, bukan hanya berdasarkan range pengukurannya.

Bagaimana Cara Menggunakan Turbidity Meter?

">

 

">

Secara umum, pengukuran menggunakan turbidity meter dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana:

  1. Kalibrasi turbidity meter menggunakan standar yang sesuai.
  2. Isi cuvette dengan sampel.
  3. Pastikan bagian luar cuvette bersih.
  4. Masukkan cuvette ke dalam turbidity meter.
  5. Lakukan pengukuran dan catat hasilnya.

Untuk pengukuran turbidity yang sangat rendah, kondisi cuvette menjadi semakin penting karena goresan, sidik jari, atau ketidaksempurnaan permukaan dapat memengaruhi cahaya yang diterima detektor.

6 Tips Mendapatkan Hasil Pengukuran Turbidity yang Akurat

1. Gunakan Cuvette yang Bersih dan Tidak Tergores

Screenshot 2026-08-20 112100

Cahaya harus melewati cuvette sebelum mencapai sampel. Karena itu, kondisi cuvette dapat memengaruhi hasil pengukuran.

Goresan dapat menghamburkan cahaya dan menyebabkan nilai turbidity terbaca lebih tinggi dari kondisi sebenarnya.

Ganti cuvette apabila terdapat goresan yang terlihat atau noda yang sulit dibersihkan.

2. Gunakan Silicone Oil Bila Diperlukan

Untuk pengukuran turbidity rendah, goresan sangat kecil pada cuvette pun dapat memengaruhi hasil.

Silicone oil dapat digunakan untuk membantu menutupi ketidaksempurnaan kecil pada permukaan cuvette karena memiliki indeks refraksi yang serupa dengan kaca.

Gunakan hanya sedikit silicone oil kemudian lap menggunakan kain bebas serat hingga permukaan terlihat hampir kering.

Silicone oil tidak dapat memperbaiki goresan besar. Cuvette dengan kerusakan yang terlihat sebaiknya diganti.

3. Gunakan Turbidity Standard yang Baik

Screenshot 2026-08-20 112114

Hasil pengukuran yang akurat dimulai dari kalibrasi yang baik.

Gunakan turbidity standard yang sesuai dengan instrumen, belum kedaluwarsa, dan disimpan sesuai rekomendasi.

Standar AMCO-AEPA-1 tersedia sebagai alternatif yang stabil dan praktis dibandingkan menyiapkan standar formazin secara manual.

4. Pastikan Cuvette Bebas dari Noda

Noda pada cuvette dapat menyerap atau menghamburkan cahaya sehingga turbidity meter tidak hanya membaca sampel, tetapi juga kontaminasi pada permukaan cuvette.

Pastikan cuvette selalu dalam kondisi bersih sebelum digunakan.

5. Perhatikan Sampel dengan Turbidity Tinggi

Pada sampel dengan turbidity tinggi, semakin banyak cahaya yang dihamburkan, diserap, atau dipantulkan oleh partikel di dalam sampel. Kondisi ini dapat menyebabkan nilai turbidity berada di luar rentang pengukuran instrumen.

Beberapa turbidity meter menggunakan ratio method, yaitu beberapa detektor pada sudut berbeda untuk membantu mengompensasi cahaya yang hilang dan memperluas kemampuan pengukuran pada turbidity tinggi.

Apabila nilai sampel melebihi rentang pengukuran turbidity meter, sampel dapat diencerkan menggunakan Aquades, air distilasi, purified water, kemudian hasil pengukuran dikalikan dengan faktor pengenceran (dilution factor/DF).

 

Berikut contoh prosedur pengenceran sampel dengan Dilution Factor 1:10:

dilution factor

6. Hindari Kondensasi pada Cuvette

Sampel dingin dapat menyebabkan terbentuknya kondensasi pada bagian luar cuvette.

Kondensasi tersebut dapat mengganggu jalur cahaya dan menyebabkan hasil pengukuran yang tidak akurat.

Sebelum melakukan pengukuran, periksa dan lap bagian luar cuvette menggunakan kain bersih bebas serat.

Memilih Turbidity Meter yang Tepat

Screenshot 2026-08-14 154708

Tidak semua aplikasi turbidity membutuhkan instrumen yang sama.

Sebelum memilih alat ukur kekeruhan atau turbidity meter, pertimbangkan:

  • rentang turbidity sampel;
  • standar atau metode yang digunakan;
  • apakah sampel memiliki warna;
  • kebutuhan pengukuran turbidity rendah atau tinggi;
  • kebutuhan portable atau benchtop;
  • kebutuhan dokumentasi dan penyimpanan data.

Hanna Instruments menyediakan berbagai pilihan turbidity meter untuk kebutuhan laboratorium, pengolahan air, lingkungan, dan industri.

Butuh Bantuan Memilih Turbidity Meter?

Pemilihan turbidity meter yang tepat bergantung pada jenis sampel, rentang pengukuran, dan metode yang digunakan.

Konsultasikan kebutuhan pengukuran turbidity Anda dengan tim Hanna Instruments Indonesia. Kami dapat membantu menentukan turbidity meter, calibration standard, cuvette, dan aksesori yang sesuai dengan aplikasi Anda.

→ Lihat Produk Turbidity Meter Hanna Instruments

→ Konsultasi dengan Tim Hanna Instruments Indonesia